PUPUK KOMPOS LAHAN
Hal pertama yang penting dilakukan adalah dengan membuat lubang kompos ukuran 1x2 m dengan kedalaman sekitar 1 m. Sebaiknya buat 3 lubang, agar berguna untuk tempat pembiakan pupuk.
Kedua siapkan limbah pasar (sayuran, buah, udang dan ikan) yang telah dicacah halus, kotoran ternak (ayam/bebek/sapi/domba) serta dedak dengan perbandingan 1 ton limbah, 900 kg kotoran ternak, dan 100 kg dedak. Kemudian aduk samapai rata.
Ketiga siapkan molase tebu (bila tidak ada bisa juga menggunakan gula pasir/gula merah)dan bakteri pengompos berupa EM4. Untuk mangaktifkan bakteri sebaiknya EM4 dicmpur dalam larutan gula pasir/gula merah pekat dengan komposisi 1/2 kg gula dan sedikit air sebagai pelarut untuk 1 liter EM4. Atau bisa juga dengan hanya mencampur 1 L molose tebu dengan 1 L EM4. Jika ingin membuat 1 ton pupuk kompos, larutan pekat molose tebu atau gula bisa diencerkan dengan 100 liter air, agar bahan kompos tercampur bakteri secara merata.
Keempat masukan bahan baku kompos dalam lubang kompos menjadi beberapa tumpuk lapisan. Berikan sedikit air, supaya agak sedikit lembab. Jangan lupa disetiap lapisan disemprot larutan EM4 yang telah diaktifkan tersebut. Tinggikan tumpukan biasanya mencapai 1-1,5 m.
Kelima, kemudian tutup dengan lapisan tanah tipis, dan barulah tutup dengan terpal/karung/plastik atau daun-daun kelapa. Kalau menggunakan plastik usahakan plastik tersebut dibuat lubang-lubang kecil agar ada sirkulasi udara.
Keenam, setiap hari perlu dilakukan pengontrolan terhadap suhu dan kelembaban pupuk. Pengontrolan bisa dilakukan dengan menusukkan sepotong kayu atau sebilah bambu. Kemudian pegang bambu/kayu tersebut, apakah panas atau basah. Jika terlalu panas, tambahkan sedikit susu cair. Namun jika terlalu lembab bisa ditambahkan dengan sedikit serbuk gergaji. Suhu sebiknya 50 derajat C.
Ketujuh, lakukan pembalikan bahan kompos tersebut sekali setiap hari. Tujuannya mengurangi kelembaban/tingginya suhu. Pembalikan dilakukan dengan memindahkan lapisan pupuk lubang pertama ke lubang kompos kedua yang masih kosong, begitu seterusnya. Usahakan selama pembuatan kompos tidak terkena sinar matahari maka banyak kandungan hara mudah menguap, misalnya Nitrogen. Sedangkan bila kena hujan, maka akan membsusuk dan bau, selain itu haranya yang dikandung hanyut terbawa air.
Dan terakhir pupuk kompos padat akan matang dalam waktu 10 hari.
Bahan & Alat :
1. Sampah organik dan larutan dekomposer (bakteri pengurai Rp. 20 ribu/lier);
2. Komposter berupa drum plastik atau bak penampungan.
Tahapan Membuat :
1. Pilih sampah antara yang organik dan an-organik seperti plastik, koran, kaca, kardus dll.
2. Cacah sampah dengan menggunakan pisau atau golok hingga berukuran kecil.
3. Masukan cacahan sampah dalam drum plastik atau bak penampungan.
4. Masukan larutan dekomposer (bakteri pengurai). Upayakan timbunan sampah lembab, maka tutup drum dengan penutupnya.
5. Putar balik sampah secara periodik 3-4 hari sekali untuk memberikan sirkulasi udara ke dalam kompos. Atau bisa juga masukan selang/pipa plastik dalam drum sehingga ada sirkulasi udara.
6. Diamkan selama sekitar 14-18 hari dan samaph organik itu berubah warna menjadi warna cokelat kehitaman menyerupai warna tanah (humus) dan menyusut 60-80% nya.
7. Keluarkan pupuk dari drum dan dikeringkan dibawah terik matahari.
8. Pupuk di ayak dan di saring.
9. Pupuk siap dikemas dan siap dijaual.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar